Multikultur adalah suatu nilai yang pasti dalam hidup. Tidak ada manusia
yang sama persis, bahkan ketika mereka ditakdirkan terlahir kembar. Sama halnya
dengan masyarakat, mereka diciptakan dari individu yang berbeda yang membuat
mereka menjadi heterogen. Di sinilah sebuah tantangan terjadi. Perbedaan suku,
ras, agama, golongan, latar belakang, kepentingan, kelas, dan lainnya
ditempatkan pada satu ruang yang sama. Bagaimana keberagaman ini membaur dan
terintegarasi tanpa rasa cemburu. Sebuah pertanyaan yang coba dijawab oleh
zaman.
Sabtu, 08 Januari 2011
Jumat, 07 Januari 2011
Di'petakumpet'i Playstation
[1]Cublak-cublak suweng
Suwenge teng gelenter
Mambu ke tundung gudel
Pak Gempong lera-lere
Soyo ngguyu delek ake
Sir...sir pong dele gosong
Sir...sir pong dele gosong
Batu diputar seiring lagu berjalan. Kemudian setelah sampai pada lirik “sir..sir...”, semua tangan digenggam lalu diputar-putar. Pemain yang ‘jadi’ harus menebak di tangan siapa batu tersebut berada. Ini merupakan lirik lagu permainan tradisional yang berasal dari Pulau Jawa. Permainan ini merupakan permainan Pak Gempong menemukan anting (suweng) yang disembunyikan orang lain[2].
Selasa, 14 Desember 2010
Bolehkah Aku Memiliki Hari Ini?
Sore ini di tempat yang dulu. Suara-suara khas itu masih riuh, masih bising, tidak beraturan, saling saut. Tapi aku suka, aku rindu. Entahlah, sejenak saja di sini, aku bisa sembunyi dari kamu yang terus mengejarku, terus meneror. Aku tahu, aku pengecut dan aku lari. Aku pun menjadi tak peduli dan hanya diam. Mungkin kamu akan bilang aku acuh. Terserahlah, toh semua orang boleh berasumsi. Ini negara HAM bukan? Aku hanya ingin sendiri.
Jumat, 03 Desember 2010
Anakku Timang, Anakku Buang
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
Sejenak lagu “Kasih Ibu” karya S.M Moctar ini mengajak kita kembali mengenang betapa besar kasih sayang yang diberikan seorang ibu kepada anaknya. Bagaimana tidak? Ibu rela mengandung sembilan bulan dengan bobot yang luar biasa dan merusak tubuh langsingnya. Kemudian kita lahir dan menyita begitu banyak waktunya hanya untuk membuat kita merasa nyaman berada di dunia yang baru.
Namun bagaimana dengan kasus seorang ibu yang membunuh anak kandungnya sendiri? Apakah iya kasih sayang seorang ibu sudah tiada? Apakah iya lagu di atas sudah tidak relevan lagi di zaman serba canggih ini?
Kamis, 02 Desember 2010
Aku Tahu, Kamu Harus Pergi
Hari itu pun tiba. Busana serba hitam membuatnya sedikit lain, membuat aku tidak bisa berpaling. Ya mungkin karena ini terakhir kalinya aku bisa bersama dan itupun begitu singkat. Padahal masih banyak yang ingin aku sampaikan, hanya antara aku dan dia.
Kamis, 25 November 2010
Kebijakan yang Belum Tentu Bijak
Kenapa setiap keputusan atau ketetapan pemerintah disebut dengan kebijakan? Apakah hasil yang telah mereka rembukan berbulan-bulan adalah sebuah keputusan yang bijak untuk rakyat? Bahkan ketika proses pembuatan kebijakan itu sendiri, tidak jarang dari mereka yang tertidur pulas di atas kursi empuk. Entah latar belakang apa yang menidurkan mereka di sana, kerjaan yang membuatnya begitu lelah kah atau tidak pentingnya tema yang dibahas dan meninabobokan mereka?
Langganan:
Postingan (Atom)


