Sabtu, 19 Maret 2011

Mampir Dulu Mas

KRITERIA: 17+ 
LOKASI: Sarkem

PROLOG
Ketika hangat menjadi komersil. Ketika malam menjadi peluang. Inilah kisah di antara remang penasaran

Jumat, 18 Maret 2011

Aku Percaya, Tidak Ada yang Kebetulan di Dunia Ini

Aku menyukai malam, karena ketika itu Tuhan mengirim banyak rahasia. Satu per satu tentangmu mulai terbaca. Tentang apa saja yang aku tidak ketahui. Tentang apa saja yang selama ini kamu sembunyikan. Rasanya seperti bermain petak umpet. Lari, terengah-engah, dan berhenti.

Aku tidak tahu apa rencana Tuhan untukku padamu. Aku hanya tahu Tuhan coba memberikan aku jawaban atas teka-teki yang kamu buat. Aku pun mulai paham pada simbol-simbol yang kamu tunjukkan. Bahkan pada kata-katamu dan mereka. Semua utuh. Terangkai. Saling menyatu.

Silahkan menikmati pelayanan detektif ini!

Kamis, 17 Maret 2011

Brino (dudu) Lanang

Hari ini salah satu teman kami, sebut saja dia Montana, sedang berduka. Eyang tercintanya baru saja berpamitan pergi menghadap Tuhan (pantas saja perawakan besarnya tidak tampak hari itu di Hima). Sebagai kawan yang penuh cinta dan kasih (cukup diragukan), saya, Kuncoro, Sasy, Yuni, dan Brino pun pergi berkunjung ke rumahnya.

Minggu, 13 Maret 2011

Bergedel Tahu

Mau makan enak, tapi cuma ada tahu. Buat tahu goreng udang biasa banget. Bingung? Coba deh resep satu ini, praktis dan mudah!

Senin, 07 Februari 2011

Dia Bernama Utari

Ternyata begini ya rasanya jadi guru. Sungguh melelahkan dan perlu hati seluas stadion Gelora Bung Karno. Sembari jalan-jalan di Desa Celuk, aku menemukan kumpulan anak kecil sedang belajar di pendopo. Kaki ini pun tertarik untuk mendekatinya. Ternyata kumpulan bocah lucu itu adalah PAUD. Mereka sedang belajar menulis angka 4 dan 5.

Minggu, 06 Februari 2011

Tak Ada Gayung, Tong Sampah pun Jadi

Setelah hampir membunuh anak-anak dengan gas beracun (Hahaha, saya bangga sekali bisa buat genk populer sesak napas dengan kentut naujubile!), pagi-pagi bokong ini mendapat sinyal untuk berproduksi. Ya tepat sekali seperti yang anda pikirkan, bubur coklat ih wow! Namun sayang WC kamar kami tidak mendukung, air closetnya mati. So, mana mungkin boker di jamban itu. Bakal ngapung seumur hidup tuh tai!. Tapi bagaimana pun juga, isi perut ini harus keluar.